Mencintai dan Melepaskan
Aku baru sadar, mencintai itu bearti menjadikannya prioritas utama..
dan itu yang telah dia lakukan padaku.
Dia rela meninggalkanku hanya karena alasanku yang nggak ingin selalu merasa bersalah padanya.
"Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorangpertanyaan nya :: apakah aku bisa lebih bahagia??
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya"
aku berharap begitu.
semoga dia pun berbahagia.
Dan semua itu menyadarkan aku pada satu hal lagi, itulah ketulusan cinta yang selama ini aku cari.
semoga aku pun tak menyesal, begitupun dengan nya.
Ambillah sebuah keputusan, dan anggaplah dia seperti gunung yang tak mungkin hancur, sehingga kamu tak menyesalinya.
rere singing :
" pantasnya,,kamu mencintai yang juga cintai dirimu...
cinta kamuu.....
Lepaskan lah, ikatanmu, dengan aku, biar kamu senang..
bila berat, melupakan aku,,
Pelan-pelan saja...."
----------------
Now playing: Kotak - Pelan Pelan Saja
via FoxyTunes
Selengkapnya...
11:35:00 PM | Label: CurCoL .. hehehe | 2 Comments
Tulusnya cinta, bisa diukur dengan apa?
Berat juga judul postingan kali ini. Tapi, pernah kah kamu bertanya-tanya tentang hal yang sama seperti aku sekarang??? atau aku yang terlalu lebai untuk mempertanyakannya??? hmmm....
Siang ini aku bertemu seorang yg *sepertinya* mencintaku dengan tulus. Aku mengenalnya sejak kelas 1 SMA. Tapi aku nggak tau sejak kapan dia menyukai ku. Mungkin saja sejak aku masuk kuliah, pertanda hampir 2 tahun ya..
Pasti kamu bertanya-tanya, kenapa aku memberi kata *sepertinya* sementara aku sendiri nggak tau. Dia selalu mengerti kondisi ku, mengerti sifat aku, mengerti apa yg aku butuhin, dan yang terpenting dia selalu ada buat ku..
Apa menurut mu aku nggak bisa luluh dengan cowok seperti itu?
Jelass aku lulus dengannya. Tapi entah mungkin sifat ku yang uda terlanjur buruk, aku selalu aja menyakiti hatinya. Dia??tentu aja sakit hati dengan apa yg aku perbuat. Tapi entah kenapa juga dia selalu tetap cinta aku..
Nah, sekarang aku bertanya, tulusnya cinta bisa diukur dengan apa?
apa kalian spendapat bahwa aku menilai cintanya tulus padaku ???
Ketika siang ini aku bertanya padanya,
"kamu lagi PDKT sama cwe lain?", dia jawab "nggak."
Ketika siang ini aku bertanya padanya,
"kenapa kamu nggak PDKT sama cwe lain?", dia jawab "kalo aku uda terlanjur cinta,aku akan sangat susah berpaling"
Ketika siang ini aku bertanya padanya,
"apa kamu nggak sakit ati aku terus2an nyakitin kamu?", dia jawab "ya sakit ati, tapi aku yakin suatu hari kamu akan berubah, entah itu dengan ku atau dengan cwo lain".
dan sekarang aku akan bercerita apa aja yang telah aku lakukan padanya.
Semasa dia menyukai ku, aku pernah meninggalkan nya untuk jadian sama cwo lain. Setelah aku putus aku kembali padanya. Tak lama setelah itu, aku PDKT sama cwo lain dan gagal, PDKT lagi dan gagal lagi.
Aku merasa emang dia paling sempurna untuk ku, tapi entah mengapa aku belum merasa ada bunyi "klik" dengannya.
Siang ini pun dia berkata, "aku akan PDKT sama cwe lain, kalo kamu ya minta"
dan aku menjawab, "aku memintanya untuk PDKT sama cwe lain". karena aku nggak mau menyakitinya lbh byk lagi. dia butuh yang jauh lebih baik dariku.
Pertanyaan selanjutnya,,
Apakah aku sudah mulai gila??
Mungkin..
Selengkapnya...
3:49:00 PM | Label: CurCoL .. hehehe | 0 Comments
Kisah telur,wortel dan kopi....*repost from retno..nice story..:D
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”
“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”
“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”
“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”
Selengkapnya...
8:02:00 PM | Label: Nice Stories :) | 2 Comments
Blog Archive
MaRii CaRii
About Me
- its _ rhe
- Malang, Jawa Timur, Indonesia
- seorang mahasiswi kedokteran gigi-universitas brawijaya maLang,,suka gagaL pas praktikum...hheehe.. seorang gadis,,pecinta warna ijo + kodok,,anak terakhir dari dua bersaudara...humoris,,cerewet,,narsis... :)